Serikat pendidikan mengutuk serangan terhadap demokrasi

Serikat pendidikan mengutuk serangan terhadap demokrasi

Serikat pendidikan mengutuk serangan terhadap demokrasi Federasi Pengajaran Nasional (NEA) dan Liga Guru Amerika (AFT) sudah bereaksi pada gempuran 6 Januari di Washington DC, di mana pengacau yang didorong oleh Presiden Donald Trump menggempur gedung Capitol sepanjang sesion kombinasi Konferensi untuk menetapkan penyeleksian Joe Biden dan Kamala Harris.

NEA: Kita harus berpadu
Presiden NEA Becky Pringle menjelaskan, Simpatisan Trump ini hari dengan keras menggempur Capitol AS dalam usaha paling akhir untuk hentikan Konferensi dari mengatakan jika Presiden dipilih Joe Biden memenangi penyeleksian Serikat pendidikan mengutuk serangan.

Ia mengutamakan jika “gempuran provokasi ini dibesarkan dari beberapa tahun kekerasan, kedengkian dan kefanatikan” dan “apa yang kita tonton ini hari ialah gempuran pada negara kita dan pada lembaga demokrasi kita”.

“Kita harus berpadu – sama seperti yang kita kerjakan dengan jumlah rekor dalam penyeleksian – untuk memperlihatkan ke pelajar kita jika kita akan berdiri bersama menantang politikus yang memprovokasi kekerasan dan mereka yang melakukan tindakan berdasar itu. Kami akan bela mereka yang mendayagunakan beberapa pemberontak yang sudah menggempur Capitol dengan keras, berusaha untuk mengubah kehendak rakyat. Kami akan membuat perlindungan demokrasi kami. Dunia sedang melihat. Pelajar kami sedang melihat, “kata pimpinan NEA.

Pringle memperlihatkan jika negaranya tidak pernah melihat kejadian semacam ini dalam riwayat belakangan ini dan susah untuk pahami apa yang terjadi, apa lagi menerangkannya ke anak-anak. “Tapi yang perlu untuk diingatkan ialah jika orang Amerika berpadu untuk memberikan dukungan keadilan dan demokrasi,” ia bersikukuh.

NEA mengeluarkan anjuran mengenai bagaimana pengajar bisa bicara dengan anak-anak mengenai gempuran pada Capitol dan menerangkan usaha kekerasan untuk hentikan Konferensi dari mengatakan jika Presiden dipilih Joe Biden memenangi penyeleksian.

Takeaway khusus ialah:

  1. Kekerasan di US Capitol ialah gempuran pada negara dan lembaga demokrasinya.
  2. Umumnya anak mengetahui lebih dari yang kita ketahui, dan banyak pengajar dan orangtua sudah bicara terang-terangan ke mereka mengenai rasisme dan kefanatikan yang mereka rasakan atau tonton.
  3. Meneruskan dialog itu penting di saat ini.
👉 TRENDING :   Pendidikan menuntut diakhirinya gaji guru dan krisis rumah di Afghanistan

AFT: Mengatakan supaya Trump selekasnya dicabut dari kedudukannya
“Donald Trump menerangkan kenapa ia tidak semestinya jadi presiden. Ia memungkinkannya teroris yang menggempur US Capitol dan memberikan ancaman nyawa petinggi dipilih, sementara dunia melihat dengan takut,” Presiden AFT Randi Weingarten bersikukuh.

Untuknya, “ketidakberhasilan nista dari eksekutif membuat perlindungan cabang legislatif ini tidak logis, dan untuk keselamatan negara ini, Trump tidak bisa selekasnya tinggalkan kedudukannya”.

“Hari ini bukanlah protes, itu perlawanan; Presiden Trump, kaki tangan dan sekutunya bersalah atas provokasi dan harus diminta pertanggungjawaban. Itu diawali dengan pemberhentian langsung Trump dari kedudukannya,” bantahnya.

Weingarten mengeklaim apa yang diyakininya jika “demokrasi Amerika semakin kuat dari Donald Trump,” seperti, “dalam gejolak wabah mematikan, krisis yang merusak, penghitungan yang lama terlambat dengan ketidakadilan rasial dan kritis cuaca yang berjalan, rekor banyaknya orang Amerika memberi suara mereka dalam pilpres tahun kemarin untuk kesopanan, kapabilitas, dan kemajuan—untuk Joe Biden dan Kamala Harris. Ini hari, lepas dari usaha simpatisan dan pemarah untuk menggagalkan kehendak beberapa pemilih itu, demokrasi masih tetap berlaku.”

“Kami akan mengajarkan anak-anak kami mengenai peristiwa ini sepanjang beratus-ratus tahun mendatang dan akan bekerja untuk mengembalikan keyakinan angkatan kedepan dalam kesetiaan transfer kekuasaan kami yang damai”, menurut presiden AFT.

Mengutamakan jika dalam pilpres paling akhir, demokrasi dites oleh “ketakmampuan orang dewasa untuk kalah, yang memberikan ancaman akan  mencelakakan uji coba besar Amerika”, dan jika “seorang pimpinan yang semakin kuat akan memakai peristiwa ini sebagai peluang untuk menghidupkan kembali kehancurannya. kepresidenan, mengembalikan keteraturan dan menyumpah kekerasan, ia membuat ajakan: “Silahkan kita awali membuat kembali persatuan kita yang lebih prima, dibuat di atas suara beberapa orang”.

Pemunduran diri Betsy DeVos: Sangat bagus
Sesudah gempuran Capitol, Menteri Pengajaran Betsy DeVos ajukan pemunduran dianya, menjelaskan peranan Presiden Donald Trump dalam menggerakkan massa yang menyalahi US Capitol di hari Rabu ialah “titik belok,” dan “anak-anak yang gampang dipengaruhi melihat semuanya, dan mereka belajar dari kami”.

👉 TRENDING :   Amirika Serikat pendidik terlibat dalam keberhasilan mendorong legalisasi aborsi

Ini menjadikan anggota Cabinet ke-2  yang memundurkan diri atas kejadian itu, sesudah Menteri Perhubungan Elaine Chao. Beberapa staff kunci Gedung Putih sudah stop.

DeVos mempromokan sekolah dan kampus swasta, terhitung peralihan support pemerintahan ke mereka.

Weingarten dari AFT mengirim pengakuan singkat yang memberi komentar pemunduran diri DeVos: “Baguslah”. Pringle dari NEA menjelaskan: “Keterkaitan, kepengecutan, dan ketakmampuannya bisa menjadi peninggalannya”.